Pengalaman yang cukup menarik nonton film bioskop versi tiga dimensi (3D), setidaknya itulah yang saya rasakan waktu nonton film avatar di sebuah bioskop di bilangan jakarata selatan, saying nya layer nya kurang lebar, karena saya duduk agak jauh di belakang jadi layarnya agak jauh sehingga terasa kurang lebar tidka seperti nonton di KEONG MAS TMII atau di dufan, bener bener 3 deimensi.
Film Avatar yang tembus box office di amrik sana itu menceritakan tentang dua kubu yang bertentangan di sebuah planet sebesar bumi, dimana di huni oleh suku avi yang kulit badannya berwaran kebiruan bereokor dan berbadan besar tinggi melebihi manusia,
Efek 3D begitu terasa ketika burung burung raksasa yang dipakai sebagai kendaraan suku biru tersebut berseliweran di udara
Untuk mendalalami kebiasaan suku tersebut angkatan laut AMerika membuat replica suku tersebut sedngka jiwa dan pikirnnya di isi oleh bebrapa mantan navy tsb. Salah satunya bernama Jake yang setealah perang di bumi mengalami kelumpuhan total pada kedua belah kakinya, setelah merasuki badan avatar tersebut dia bisa berlari lari lagi seperti sedia kala , adalah Neyitri seorang anak perempuan ketua suku Nav’I yang mengajarkan semua hal yang dilakukan oleh suku nav’I’
Saat mempelajari kehidupan suku nav’I tersebut jake menemukan berbagai hal yang menakjubkan baik keindhan alam maupun kebudayaan yang biasa dilakukan suku nav’i
Di tengah perjalanan untuk mengexplorasi Pandora jake jatuh cinta pada neyitri, disinilah cerita sesungguhnya dimulai, jake jadi dilemma, dia mengalami dua keputusan apakah meneruskan misinya mengexplorasi Pandora atau membela suku navi terseebut dari serbuan manusia serakah seperti kaumnya.
Dengan efek 3D tersebut semua adegan sangat mengagumkan.
Filed under: Hiburan, avatar, hiburan film, resensi film avatar